Kamis, 16 September 2010

proses pembuatan batik

Batik adalah proses mewarnai kain yang mengunakan teknik malam (wax-resist) untuk mencegah menyerapan warna. Dianggap sebagai seni nasional Indonesia, batik tradisional Indonesia tersedia dalam warna biru tua, coklat gelap dan putih. Walaupun asal kata "batik" tidak jelas, ada referensi yang menyatakan bahwa kata “Batik” berasal dari kombinasi "amba" (atau tulis) dan "titik".

 Sejarah batik

Bukti menunjuk bahwa praktik batik dimulai seawal Dinasti Sui (AD 581-618), di China. Batik tersebut terbuat dari sutera dan mereka dihiasi dengan gambar pohon-pohon, binatang, pemain suling, dan pemandangan pegunungan. Batik ini juga telah ditemukan di Nara, Jepang dalam bentuk layar dan di atribusikan ke jaman Nara (AD 710-794).

Namun, tidak sampai abad ke 12, batik baru mulai mencapai puncak prestasi nya, di Indonesia. Pertama diperkenalkan oleh kerajaan Majapahit dari India, tradisi membuat dan memakai batik terus menerus dilanjutkan dan lebih ditingkatkan oleh dinasti setelahnya. Sebagai bagian dari budaya Majapahit (dan dinasti seterus nya), batik dapat dihubungkan ke wilayah Mojokerto dan Tulung Agung. Awal bentuk batik menggunakan warna yang terdiri dari soga jambal, mengkudu, nila tom, tinggi dan sebagainya. Dasar kain yang digunakan biasanya putih, yang buat sendiri.

Batik pada awalnya adalah hanya untuk wanita bangsawan, dimana memakai pakaian yang menampilkan keindahan seni dan warna adalah simbol status. Dalam Kraton, batik adalah salah satu dari enam priyayi yang harus dibelajarkan. Seiring dengan musik dan tari, penciptaan batik dianggap salah satu cara untuk mengembangkan disiplin spiritual.

Menurut tradisi Indonesia, setiap kali pekerja batik melukis pola-pola tersebut pada kain, selain desain yang tetap pada kain, arti dari desain yang ada juga ikut terpersonakan.

Dengan popularitasnya batik yang terus berkembang, makin banyak pekerja juga yang di rekrut dalam pembuatan batik, dan batik juga saat itu mulai dipakai oleh semua kelas sosial. 

Proses pembuatan batik

Dikenal sebagai "Batik Tulis", Sebuah proses yang menghasilkan desain pada tekstil melalui teknik “malam” untuk mencegah penetrasi warna, sehingga membuat pola dalam negatif. Batik biasanya dilakukan pada kain katun berkualitas, walaupun sutera juga dapat digunakan.

Sebelum awal penerapan desain, kain tersebut dicuci beberapa kali untuk mengbuang serat, kapur atau perekat lainnya. Kain tersebut kemudian dicelupkan dalam minyak kelapa untuk beberapa hari untuk mengubah warna menjadi putih krem. Minyak tersebut juga bertindak sebagai agen pengikat warna. Kelebihan minyak kemudian dihilangkan dengan cara merebus kain dalam air. Setelah kainnya kering, dipotong sesuai ukuran.



Kain kemudian mulai dicanting. Para pekerja batik harus bekerja dengan cepat, untuk menghindari penetesan malam yang terlalu tebal. Canting dengan ujung berbagai ukuran dan bentuk digunakan untuk mencapai efek yang berbeda.

Pekerja biasa nya meneteskan malam dalam bentuk titikan atau garis nyata dulu sebagai pola, kemudian menwarani desain tersebut dengan zat perwarna. Proses ini di kenal sebagai “Tulis”. Ketika awal proses dari desain telah selesai, proses nya diulang kembali di sisi belakang untuk memastikan bahwa malam telah sepenuhnya ditembus kain.


Kain tersebut kemudian dicelup dalam warna pertama. Setelah kering, malam akan dioleskan ke semua bagian warna, dan kain dicelup dalam warna kedua. Proses ini diulang sampai semua warna telah ditambahkan. Kadang malam dicairkan dari bagian-bagian tertentu untuk mengekspos warna ke celupan berikutnya. Bila pencelupan selesai, kain di rendam di dalam zat pencair dan di rebus supaya semua malam yang ada mencair.  


Masa depan batik

Batik memiliki nilai seni yang tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya di Indonesia. Selain membantu perekonomian dah Bisnis Indonesia, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pun ada rencana untuk memilih desain batik dari Indonesia sebagai salah satu warisan budaya di bulan Mei 2009. Dengan pengakuan dan realisasi itu, batik sebagai bentuk seni dan pakaian sehari-hari hanya akan semakin membantu ningkatkan kebudayaan Indonesia ke semua mata dunia, dan juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar